Memahami perbedaan antara field collection dan desk collection

Field Collection: Pengertian, Lingkup Kerja, dan Bedanya dengan Desk Collection

Dalam dunia bisnis, baik lembaga keuangan, perusahaan FMCG, hingga distributor, urusan penagihan bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Di balik lancarnya arus kas perusahaan, ada peran penting tim collection yang bekerja setiap hari memastikan pembayaran berjalan sesuai kesepakatan. Nah, di antara tim collection tersebut, ada dua profesi yang sering dianggap sama, padahal tugasnya berbeda jauh: Desk Collection dan Field Collection.

Lalu, bagaimana penjelasan desk collection dan field collection yang sebenarnya? Simak artikel berikut sampai tuntas, ya.

Baca Juga :  Apa Perbedaan Desk Collection dan Debt Collector? 

Apa Itu Field Collection?

Field Collection adalah aktivitas penagihan yang dilakukan secara langsung dengan mendatangi debitur atau pelanggan yang menunggak pembayaran. Kalau desk collection hanya menghubungi lewat telepon atau pesan, maka field collector turun ke lapangan, betulan datang ke rumah atau kantor debitur.

Profesi ini punya peran strategis karena:

  • Debitur yang tidak merespons telepon biasanya lebih terbuka ketika didatangi langsung.
  • Field collector bisa melakukan verifikasi data secara fisik.
  • Proses penagihan dapat dilakukan lebih persuasif menggunakan komunikasi tatap muka.

Dengan kata lain, field collection adalah ujung tombak penagihan lapangan, memastikan pembayaran yang tertunda bisa segera diselesaikan.

Mengapa Field Collector Perlu Datang Langsung?

Di lapangan, tidak sedikit debitur yang:

  • Tidak mengangkat telepon,
  • Menunda pembayaran tanpa kejelasan,
  • Mengalami masalah finansial tetapi tidak berkomunikasi,
  • Atau bahkan memalsukan data tertentu.

Ya! Karena itu, kunjungan fisik ini tentunya memberi keuntungan lebih, seperti:

  • Mengecek kondisi debitur secara langsung,
  • Membangun komunikasi personal,
  • Memberikan penjelasan tentang konsekuensi keterlambatan,
  • Mengambil dokumen pendukung jika diperlukan,
  • Hingga memonitor komitmen pembayaran yang sudah disepakati.

Kunjungan lapangan biasanya dilakukan saat tunggakan mulai melewati batas toleransi, misalnya lebih dari 20–30 hari, tergantung aturan perusahaan. Dalam banyak kasus, field collector memberikan tenggat waktu tambahan maksimal 7 hari, sesuai SOP dan target bulanan yang harus mereka penuhi.

Tugas & Lingkup Kerja Field Collector

Jika dilihat sekilas, pekerjaan field collector tampak sederhana: datang ke lokasi, menagih, lalu pulang. Kenyataannya jauh lebih kompleks. Profesi ini harus bekerja sesuai SOP yang ketat agar tidak melanggar hukum atau etika penagihan.

Berikut adalah lingkup tugas field collector secara lengkap:

1. Mendatangi Debitur yang Menunggak

Ini adalah tugas utama. Field collector akan mengunjungi alamat rumah atau kantor debitur untuk melakukan:

  • Validasi kondisi debitur
  • Pengecekan alasan keterlambatan
  • Negosiasi pembayaran

Kunjungan dilakukan secara sopan dan profesional, bukan intimidasi.

2. Mengirimkan Surat Peringatan (SP)

Untuk nasabah yang sudah melewati masa tunggakan lebih dari 20 hari, FC wajib mengantarkan Surat Peringatan secara fisik. SP ini berfungsi sebagai:

  • Bukti bahwa perusahaan sudah melakukan upaya penagihan,
  • Bahan administrasi bila kasus meningkat menjadi sengketa hukum,
  • Pemberitahuan resmi kepada debitur tentang konsekuensi hukum dan kewajiban pembayaran.

3. Negosiasi Skema Pembayaran

Tidak semua debitur bisa langsung membayar penuh. Di sini peran FC adalah:

  • Menganalisis kondisi debitur,
  • Memberikan opsi pembayaran sesuai aturan perusahaan,
  • Menyepakati janji bayar (promise to pay) yang realistis.

4. Monitoring Janji Bayar

Setelah debitur menyepakati tanggal pembayaran, FC akan memonitor:

  • Apakah janji bayar ditepati?
  • Apakah diperlukan kunjungan ulang?
  • Apakah ada perubahan kondisi debitur?

Jika tidak sesuai, kunjungan berikutnya biasanya dilakukan kembali.

5. Melakukan Tracking Debitur

Tidak jarang alamat debitur sudah pindah atau tidak sesuai. FC harus mampu:

  • Melacak keberadaan debitur melalui informasi sekitar,
  • Mengonfirmasi data ke tetangga atau rekan kerja secara etis,
  • Mencari lokasi alternatif yang memungkinkan.

6. Validasi Data Nasabah

FC memastikan bahwa data yang dimiliki perusahaan benar, seperti:

  • Nomor telepon,
  • Alamat,
  • Kontak keluarga,
  • Kendala pembayaran.

Semua ini penting untuk update database collection.

7. Melaporkan Hasil Kunjungan

Setiap aktivitas harus masuk dalam collection system, seperti:

  • Hasil pertemuan,
  • Respons debitur,
  • Bukti dokumen,
  • Rencana tindak lanjut.

Laporan ini penting untuk evaluasi dan tindak lanjut oleh tim internal.

8. Berkoordinasi dengan Tim Internal

Field collector bekerja bersama desk collection, admin, supervisor, hingga bagian legal. Jika ada debitur yang benar-benar tidak bisa ditangani, kasus ini bisa naik ke proses hukum atau restrukturisasi.

Masalah yang Sering Muncul di Lapangan

Meski terlihat simpel, pekerjaan field collection penuh tantangan. Beberapa masalah yang kerap muncul antara lain:

1. Debitur Tidak Mampu Membayar

Alasan paling sering adalah masalah finansial. Debitur mengaku tidak punya uang, barang dagangan belum laku, atau pendapatan sedang menurun.

2. Debitur Sulit Ditemui

Mulai dari alamat palsu, pindah rumah tanpa kabar, hingga sengaja menghindar.

3. Konflik Emosional

Ada debitur yang merasa malu, marah, tertekan, atau defensif ketika dikunjungi.

4. Risiko Piutang Tak Tertagih

Jika tidak ada solusi, perusahaan berpotensi memiliki piutang macet yang mengganggu arus kas dan operasional.

Field collector dituntut sabar, komunikatif, dan tetap profesional menghadapi kondisi apa pun.

Perbedaan Field Collection dan Desk Collection

Lalu, apa bedanya field collection dan desk collection?

Nah, meskipun sama-sama berurusan dengan penagihan, kedua profesi ini memiliki metode dan lingkup kerja yang berbeda:

Desk Collection

Cara kerja:

  • Menghubungi debitur melalui telepon, SMS, WhatsApp, atau email.
  • Tidak turun ke lapangan.

Fokus Pekerjaan:

  • Pengingat pembayaran,
  • Konfirmasi data,
  • Negosiasi awal,
  • Mencatat janji bayar.

Cocok untuk:

  • Debitur yang masih responsif,
  • Penagihan tahap awal (0–30 hari),
  • Efisiensi waktu dan biaya.

Field Collection

Cara kerja:

  • Mendatangi debitur secara langsung ke rumah/kantor.
  • Mengantarkan surat peringatan.
  • Melakukan negosiasi tatap muka.

Fokus Pekerjaan:

  • Debitur yang sudah sulit dihubungi,
  • Tunggakan yang sudah panjang (31–90 hari),
  • Validasi data fisik,
  • Penagihan intensif.

Cocok untuk:

  • Debitur yang tidak responsif,
  • Kasus penagihan yang lebih kompleks,
  • Pengumpulan bukti dan dokumen lapangan.

Pilih Pendekatan Penagihan yang Tepat, Serahkan pada Ahlinya

Memahami perbedaan antara field collection dan desk collection adalah langkah penting bagi perusahaan yang ingin mengelola piutang secara lebih efektif. Namun pada praktiknya, kedua metode ini memiliki kompleksitas tersendiri, mulai dari pendekatan komunikasi, strategi negosiasi, hingga aspek legal yang harus dipatuhi agar proses penagihan tetap berjalan aman dan etis.

Jika Anda membutuhkan layanan penagihan yang lebih profesional, legal, dan efektif, bekerja sama dengan pihak yang benar-benar memahami aspek hukum adalah pilihan terbaik.

Di sinilah Debt Recovery Indonesia (DRI) dapat menjadi solusi tepercaya. Berbeda dari collection agency biasa, DRI adalah layanan dari kantor hukum yang fokus pada penagihan piutang komersial. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, dipercaya oleh 750+ klien nasional dan multinasional, serta menangani 75.000+ perkara penagihan, DRI telah mengembangkan metode hybrid yang memadukan pendekatan personal, hukum, dan psikologis.

Pendekatan ini bukan hanya meningkatkan efektivitas penagihan, tetapi juga memastikan prosesnya tetap praktis, legal, dan etis tanpa risiko pelanggaran hukum atau reputasi.

Contact us now!

to discuss your debt recovery needs and take the first step towards financial recovery.