Legal Collection Indonesia

Legal Collection Indonesia: 2 Tahapan Penagihan Hutang yang Resmi

Menurut penelitian yang dilakukan oleh grup asuransi kredit global Euler Hermes, Indonesia menjadi salah satu tempat yang terburuk dan tersulit di dunia untuk menagih pembayaran utang karena persyaratan pembayaran yang ringan dan potensi tindakan hukum yang panjang dan membutuhkan biaya yang mahal. Oleh sebab itu adanya legal collection Indonesia menjadi salah satu solusi permasalahan tersebut.

 

Saat ini sudah banyak bisnis yang menggunakan jasa debt collector dimana debt collector sendiri merupakan pihak ketiga yang ditunjuk oleh Lembaga Keuangan atau kreditur dengan tujuan menagih hutang dari debitur yang menunggak dengan kriteria tertentu. Tidak semua jenis hutang akan ditagih oleh debt collector, namun biasanya jenis utang yang ditagih adalah utang yang sudah terlalu lama jatuh tempo dan belum dibayar oleh debitur. Setiap lembaga keuangan memiliki peraturan yang berbeda mengenai kapan penagihan utang akan mulai dikelola oleh penagih utang.

 

Ada banyak legal collection Indonesia yang dapat membantu Anda dalam proses penagihan hutang dimana akan sangat sulit apabila dilakukan secara sendiri tanpa bantuan profesional. Lalu, apa saja proses yang dilakukan oleh penyedia jasa penagihan hutang di Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya dibawah!

 

Proses Penagihan Hutang Legal Collection Indonesia 

 

Perlu diketahui bahwa proses penagihan hutang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan terutama di Indonesia. Sebagai lembaga yang profesional,  legal collection Indonesia tentunya menggunakan tahapan-tahapan yang tidak melanggar hukum saat proses penagihan. Proses penagihan utang di Indonesia secara umum terdiri dari:

  • Penagihan utang tanpa melibatkan pengadilan – Proses ini dilakukan di mana agen penagih hutang atau legal collection Indonesia mencoba memastikan bahwa debitur membayar hutangnya, tanpa kreditur harus membawa masalah itu ke pengadilan.
  • Penagihan hutang litigasi – di mana Anda harus pergi ke pengadilan untuk mendapatkan pembayaran atas klaim Anda. Pertama dengan menggugat debitur di pengadilan perdata. dilain kesempatan, proses ini mungkin juga memerlukan pengajuan penegakan hukum ketika putusan diperoleh, tetapi debitur tetap tidak membayar. Proses kepailitan juga mungkin akan menjadi relevan jika debitur pailit dan tidak memiliki uang untuk membayar utangnya.

 

Pemulihan Hutang Tanpa Melibatkan Pengadilan di Indonesia

 

Proses penagihan utang di Indonesia oleh legal collection Indonesia dimulai dengan tindakan tanpa melibatkan pengadilan atau badan peradilan lainnya. Legal collection Indonesia mencoba untuk mendapatkan informasi mengenai debitur untuk membayar hutang dengan menekan debitur melalui persuasi dan negosiasi.

 

Legal collection Indonesia memiliki struktur, pendekatan, dan cara khusus dalam membuat debitur membayar pada tahap ini. Ada banyak alasan mengapa legal collection Indonesia begitu sukses dalam tahap penagihan di luar pengadilan adalah karena hal pertama yang dijelaskan kepada debitur bahwa jika ia terus gagal membayar utang, kasusnya dapat ditingkatkan ke pengadilan. “Ancaman” ini jauh lebih baik jika datang dari professional yang berada di negara yang sama dengan Anda.

 

Selain itu, professional mengkhususkan diri dalam kondisi yang berlaku di sana. Dari bahasa hingga undang-undang yang relevan hingga aturan bisnis antar perusahaan. Kontak dan persuasi dari legal collection Indonesia biasanya dilakukan melalui surat permintaan, panggilan telepon, email, dll.

 

Penagihan Hutang Melalui Pengadilan di Indonesia

  • Struktur Pengadilan di Indonesia

 

Sistem pengadilan sipil di Indonesia dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu pengadilan yang mengambil kasus dengan subyek yang privat.

 

  1. Pengadilan Negeri – ada satu pengadilan di setiap kabupaten dan kota.
  2. Pengadilan Tinggi atau Pengadilan Tinggi di setiap wilayah provinsi – banding dari Pengadilan Negeri disidangkan oleh Pengadilan Tinggi. Ada satu pengadilan tinggi di setiap provinsi dan untuk setiap daerah khusus.
  3. Mahkamah Agung – Perhentian terakhir untuk kasus-kasus perdata yang sedang naik kasasi atau peninjauan kembali (jika dimungkinkan secara hukum).

 

Ada pengadilan khusus untuk masalah hukum tertentu yang ditangani pada tingkat pertama. Misalnya. Pengadilan HAM, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Perikanan, dll. Ada Pengadilan Niaga khusus, tetapi saat ini hanya menangani kasus-kasus yang menyangkut kepailitan atau sengketa kekayaan intelektual.

 

Jadi ke pengadilan mana agen legal collection Indonesia membawa kasus penagihan utang di Indonesia?

 

Pengadilan Negeri memiliki yurisdiksi asli untuk mengadili kasus-kasus di dalam kota dan wilayah. Gugatan perdata diajukan ke pengadilan tingkat pertama di wilayah hukum pengadilan umum, yaitu tempat kedudukan debitur.

  • Proses Pengadilan di Indonesia

 

Sebelum mengajukan gugatan ke pengadilan, kreditur atau pihak dari legal collection Indonesia perlu mengirimkan surat peringatan kepada tergugat untuk meminta ganti rugi atas wanprestasi (kewajiban ini hanya berlaku untuk tuntutan kontraktual).

 

Setelah surat gugatan diajukan ke pengadilan, surat panggilan dikirimkan kepada terdakwa selambat-lambatnya tiga hari sebelum sidang pertama. Jika terdakwa tidak menghadiri sidang pertama yang dijadwalkan, ia akan dipanggil untuk sidang kedua dan, jika perlu, untuk sidang ketiga.

 

Jika terdakwa tidak muncul pada sidang ketiga, tergantung kepada pengadilan untuk melanjutkan persidangan dan memutuskan apakah akan mengeluarkan putusan wanprestasi. Pada sidang pengadilan pertama, majelis hakim akan memerintahkan para pihak untuk merujuk kasus tersebut kembali ke mediasi untuk mencapai penyelesaian damai. Para pihak kemudian akan memiliki waktu sekitar 40 hari kerja untuk melakukan mediasi satu sama lain dan mencoba mencapai penyelesaian. 

 

Jika pihak kreditur dan debitur dapat menemui kesepakatan, pengadilan akan mengeluarkan dokumen penyelesaian, yang memiliki kekuatan yang sama dengan keputusan pengadilan yang sudah final dan mengikat. Jika mediasi tidak berhasil, proses pemeriksaan perkara akan dimulai.

 

Putusan pengadilan tingkat pertama dapat diajukan banding ke Pengadilan Tinggi, dan kasasi lebih lanjut dapat diajukan ke Mahkamah Agung melalui Pengadilan Kasasi. Peninjauan kembali ke Mahkamah Agung dimungkinkan dalam keadaan yang sangat terbatas.

 

Berapa Biaya yang diperlukan untuk ke pengadilan?

 

Untuk membawa kasus ke pengadilan Indonesia, penggugat harus membayar uang muka (panjar) ke pengadilan. Biaya pengadilan dibebankan sesuai dengan undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku. Pihak yang kalah dalam sengketa di pengadilan biasanya yang harus menanggung biayanya.

 

Penyelesaian Sengketa Alternatif

 

Di Indonesia, arbitrase dan mediasi merupakan bentuk ADR yang paling umum. Dalam beberapa proses, mediasi telah menjadi wajib, misalnya dalam proses perdata pada tingkat pertama (sebagaimana disebutkan di atas). 

 

Pelaksanaan Putusan di Indonesia

 

Putusan pengadilan hanya dapat dilaksanakan apabila bersifat final dan mengikat. Penggugat harus terlebih dahulu mengajukan permohonan penegakan hukum ke pengadilan negeri yang memiliki yurisdiksi teritorial. 

 

Pengadilan kemudian akan memerintahkan pihak yang kalah untuk mematuhi perintah pengadilan dalam waktu delapan hari. Jika pihak yang kalah tidak mematuhi perintah dalam batas waktu ini, pemohon dapat mengajukan surat sita eksekusi atas aset pihak yang kalah untuk dilelang untuk umum. Permohonan pelaksanaan putusan harus dengan jelas menyatakan aset mana yang akan disita dan di mana letaknya, jika tidak pengadilan tidak akan dapat menemukan atau menyitanya.

Nah itu dia penjelasan seputar proses penagihan hutang yang umumnya dilakukan oleh legal collection Indonesia. Punya permasalah dengan penagihan hutang? Debt Recovery Indonesia dapat membantu Anda dengan penagihan utang di Indonesia. Mulailah hari ini dan hubungi kami jika Anda memiliki pertanyaan seputar Legal Collection di Indonesia. Kunjungi website kami untuk informasi lebih lengkap.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *