Business Debt Collection

Business Debt Collection: Bantu Perusahaan Dalam Penagihan Piutang

Urusan melakukan penagihan piutang bisnis (Business Debt Collection) di Indonesia tidak gampang. Pemilik bisnis atau perusahaan pasti tahu sakitnya kalau tagihan tidak dibayar konsumen. Sudah cape-cape kerja, menghabiskan waktu dan tenaga dan menguras modal usaha, tapi konsumen malah tidak bayar dengan berbagai macam alasan bahkan ada  yang sampai tiba-tiba menghilang. Alih-alih perusahan mendapatkan akan untung, eh malah jadi buntung

 Dengan 1001 karakter dan alasan yang disampaikan konsumen, perusahaan perlu memiliki pengalaman, pengetahuan dan strategi jitu untuk membuat konsumen membayarkan kewajibannya. Makanya tidak salah banyak orang mengatakan bahwa sesulit-sulitnya jualan, tapi jauh jauh lebih sulit untuk menagih hutang dari konsumen”

 

Ini Sebab Konsumen Tidak Bayar Hutang

Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa si konsumen kok tega-teganya tidak membayarkan hutangnya ? 

Memang ada banyak sebab kenapa konsumen tidak bayar hutang. Akan tetapi secara garis besar ada 2 faktor yang menyebabkan konsumen tidak bayar hutang atau kewajibannya, yaitu :

 

Faktor Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari konsumen itu sendiri dan biasanya hal ini di luar kendali dari perusahaan. Faktor eksternal ini antara lain adalah :

  • Konsumen sejak dari awal memang memiliki itikad tidak baik atau itikad buruk melakukan transaksi dengan perusahaan.
  • Konsumen memiliki masalah keuangan atau cash flow tidak lancar, sehingga pembayaran kepada perusahaan menjadi terganggu. 
  • Konsumen tidak melakukan manajemen yang baik atas piutang perusahaan, misalnya melewatkan invoice, tidak memproses invoice atau bahkan menghilangkan invoice baik sengaja maupun tidak disengaja. 
  • Konsumen memiliki komplain terhadap barang atau jasa dari perusahaan, sehingga pembayaran kepada perusahaan ditunda. 
  • Konsumen berada dalam kondisi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) atau bahkan pailit (bankrupt). 

 

Faktor Internal, yaitu faktor yang berasal dari perusahaan itu sendiri dan biasanya faktor ini berada dalam kendali perusahaan. Faktor internal ini antara lain adalah :

  • Perusahaan sejak awal salah melakukan penilaian atau bahkan tidak melakukan penilaian sama sekali kepada konsumen. Semua konsumen diberikan kredit / piutang seolah-olah semua konsumen adalah baik. Padahal pada kenyataannya tidak semua konsumen baik dan dapat memegang komitmen. 
  • Perusahaan enggan melakukan penagihan. Hal ini terlihat aneh, tapi pada kenyataannya banyak sekali perusahaan yang tidak mau melakukan penagihan kepada konsumennya dengan berbagai alasan antara lain takut kehilangan konsumen atau tidak enak kalau melakukan penagihan. 
  • Perusahaan menunda-nunda melakukan penagihan, sampai dengan konsumen benar-benar tidak memiliki kemampuan finansial lagi. Dengan kondisi konsumen tidak memiliki kemampuan finansial, tentu saja sangat sulit mengharapkan konsumen akan membayar kewajibannya. 
  • Perusahaan melakukan penagihan dengan cara yang salah dan tidak efektif. Misalnya perusahaan terus menerus melakukan penagihan melalui telepon, padahal perusahaan tahu konsumen sangat sulit dihubungi melalui telepon. 

 

Kenapa Perusahaan Gagal Untuk Melakukan Business Debt Collection

Secara umum setiap perusahaan pasti menyadari pentingnya melakukan penagihan terhadap piutang macet, karena piutang macet sangat berdampak negatif kepada arus keuangan perusahaan. Namun sayangnya kebanyakan perusahaan justru gagal dalam melakukan penagihan secara efektif. 

 

Berdasarkan pengalaman, inilah 5 alasan kenapa perusahaan gagal untuk melakukan Business Debt Collection :

Pertama, perusahaan tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk melakukan penagihan. Business Debt Collection memang memerlukan pengetahuan, pengalaman dan keahlian khusus untuk menghadapi konsumen dan tentu saja mendapatkan sumber daya manusia yang demikian tidaklah mudah. 

 

Kedua, perusahaan tidak memiliki pengalaman dan strategi yang efektif untuk melakukan penagihan. Walaupun perusahaan mungkin memiliki tim atau staff untuk melakukan penagihan, namun tanpa pengalaman dan strategi yang praktis dan efektif kemungkinan besar Business Debt Collection tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal. 

 

Ketiga, perusahaan tidak memiliki fokus, energi dan waktu untuk melakukan penagihan. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran ekstra yang sangat besar untuk menghadapi konsumen dengan karakter dan alasan yang beraneka ragam. Daripada perusahaan menghabiskan sangat banyak energi dan waktu untuk melakukan penagihan, lebih baik perusahaan fokus kepada bisnis atau usahanya dan biarkan pihak professional yang melakukan Business Debt Collection. 

 

Keempat, konsumen seringkali memandang sebelah mata jika hanya internal perusahaan yang melakukan penagihan. Sebelum perusahaan menggunakan lawyer atau advokat untuk melakukan Business Debt Collection, biasanya konsumen tidak memandang perusahaan serius untuk melakukan penagihan terhadap konsumen. Dengan demikian, tindakan-tindakan yang dilakukan perusahaan seringkali diabaikan oleh konsumen. 

 

Kelima, perusahaan mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan Business Debt Collection. Tanpa adanya pengalaman, pengetahuan dan keahlian yang benar, seringkali perusahaan melakukan tindakan-tindakan penagihan tidak diperlukan dan bahkan sia-sia semata. Hal ini justru akan menghabiskan banyak biaya tanpa ada hasil yang maksimal. Alih-alih mendapatkan uang dari konsumen, justru kerugian perusahaan akan semakin banyak.    

 

Saatnya Melakukan Business Debt Collection Dengan Professional Yang Tepat

Jika perusahaan secara maksimal telah melakukan penagihan tetapi tidak membuahkan hasil, maka sudah saatnya perusahaan melakukan eskalasi Business Debt Collection melalui professional yang tepat. 

Sekurang-kurangnya ada 5 kriteria untuk menentukan professional yang benar-benar dapat membantu perusahaan melakukan Business Debt Collection, yaitu :

 

  1. Memiliki izin advokat sehingga seluruh tindakan-tindakan Business Debt Collection dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan tidak menimbulkan konsekuensi hukum lebih lanjut kepada perusahaan. 
  2. Memiliki pengalaman dan jam terbang yang tinggi dalam melakukan Business Debt Collection. Pengalaman lebih dari 15 tahun dan telah menangani puluh ribu kasus penagihan akan jauh lebih baik, karena hasil yang maksimal dalam melakukan penagihan hanya bisa didapat dari pengalaman nyata. 
  3. Memiliki spesialisasi di bidang Business Debt Collection. Jangan mencari professional yang memiliki jasa umum, karena Business Debt Collection adalah bidang dan jasa khusus yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran yang ekstra besar dan keahlian yang sangat khusus. 
  4. Memiliki cara kerja yang profesional, praktis dan transparan. Business Debt Collection adalah bidang yang sangat sensitif dan dapat mempengaruhi nama baik perusahaan. Pastikan professional yang ditunjuk bekerja dengan sungguh professional dan juga transparan (tidak ada yang ditutup-tutupi) kepada perusahaan. 
  5. Menawarkan biaya jasa yang fleksibel, termasuk dengan hanya dengan biaya keberhasilan saja jika hutang berhasil tertagih (No Success No Fee). Hal ini untuk memastikan perusahaan tidak akan mengalami kerugian yang lebih besar jika hutang bisnis tidak berhasil tertagih. 

Debt Recovery Indonesia adalah layanan jasa dari kantor hukum / kantor advokat resmi untuk membantu banyak perusahaan baik dalam skala nasional maupun multinasional untuk melakukan Business Debt Collection dan memenuhi 5 kriteria di atas. Cara yang dilakukan oleh Debt Recovery Indonesia adalah dengan melakukan pendekatan personal dan juga legal dengan menjaga etika dan profesionalisme yang ketat sehingga tidak menimbulkan resiko lebih jauh buat perusahaan baik dari segi hukum maupun bisnis. 

Debt Recovery Indonesia telah berpengalaman lebih dari 17 tahun, dipercaya oleh lebih dari 400 klien dari perusahaan nasional dan multinasional dengan lebih dari 50.000 kasus penagihan yang telah ditangani, juga telah mendapatkan berbagai penghargaan di bidang Business Debt Collection. 

Cara yang dilakukan oleh Debt Recovery Indonesia terbukti mampu secara efektif mendorong debitur untuk membayarkan kewajibannya. DRI akan memberikan solusi terbaik untuk perusahaan dalam melakukan Commercial Debt Collection. Kunjungi website kami untuk informasi lebih lanjut

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *